Hasto, saloka 'n me

Sekarang masihlah teramat pagi, ya jarum pendek dijam tangan masih menunjukkan angka 3, namun semua sudah mulai berkemas. Semua sudah bersiap, lalu membuat lingkaran, berdoa meminta perlindungan atas kuasaNya.
itu cerita sejam yang lalu, kini setengahnya pun aku belum menyentuhmu...peluh sudah membanjiri tubuh ini,namun semangat tetap utuh.
Sudah setengah jalan berlalu. Satu, dua teman tertinggal jauh dibelakang,aku masih bisa menatap mata letihnya, letih setelah dua hari perjalanan yang sangat melelahkan. seolah mata itu berkata "teruskan...teruskan perjalanan,jangan lelah, jangan pernah menyerah !!". Entah mengapa tatapan itu memberi kekuatan yg sangat dasyat kepadaku, ku balikkan badan, menatap titik tujuan, melangkah pasti walau perlahan. Sebotol air mineral,sedikit roti yang tersisa menemaniku, dan Hasto yang tak pernah lepas dari genggamanku terus membakar semangat didada, menuntunku pada senyum Saloka.
Dua langkah kaki ini melangkah,namun pasir-pasir yg ku tapak memaksaku mundur kembali selangkah,terus berulang dan berulang untuk yg kesekian, mungkin hingga akhir tujuan "semoga tidak" ucapku pelan tersamar suara gemuruh dari saloka yang lantang menggelegar.
Cahaya hangat membangunkanku yang tertidur sejenak, kelelahan. menyadarkanku untuk meneruskan perjalanan, jarum jam sudah menunjukkan angka 5, kubersegera!!.
Ranu Pani. . .
Ranu Regulo . . .
Ayet-ayek . . .
cahaya orange di tengah danaunya dan tiba-tiba berubah wujud menjadi sesosok wanita ditengah malam kulewati bersama sebuah harmonika yang berubah suara menjadi parau.
belibis liar dan kabut di Ranu Kumbolo . . .
padang rumput hijau oro-oro ombo . . .
tikus-tikus Kalimati . . .
dan 5°c di Arcopodo, telah terlewati.
Kini hanya angin yang menderu dan hangat sinar matahari yang menyelimuti, saat itu kurasakan kesendiri, semakin kurasakan kedekatan Mu . . . ku syukuri satu persatu anugerah Mu.
sudah terasa satu jam aku berjalan dari pemberhentian terakhir,baru kusadari sepuluh langkah terakhir yg kupijak tak tak sesukar yang sebelumnya,didepanku padang pasir dan bebatuan luas terbentang. Sayup2 ku dengar suara2 memanggilku, tersamar oleh suara gemuruh saloka yang semakin jelas terdengar. Kubalas senyuman teman-teman yang sudah terlebih dahulu sampai, jabat tangan dan peluk menghapus lelahku.
Ku kuberlari di antara pasir dan kerikil ke bibir padang pasir, sekedar melihat senyum indahmu Saloka, dan Hasto ditanganku kini berkibar gagah.
"Mahameru ku singgah didalam pelukmu"
Jonggring Saloko = Kawah di puncak Gunung Semeru. Hasto = bendera Mapala ADVY (Hasta Dwi Sangga buwana) Puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl).

